Matamaja.com||Majalengka.- Dugaan sejumlah pungutan liar (Pungli) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Karya Bakti yang berada di Desa Sindang Kecamatan Sindang Kabupaten Majalengka Provinsi Jabar, kembali menjadi perhatian publik. Pungutan tersebut seringkali disamarkan dengan kegiatan tidak jelas, seperti Study Tour dan pengenalan kurikulum.
Hal itu terungkap setelah sejumlah orang tua siswa mengeluhkan pungutan liar yang tak wajar baik itu dari segi jumlah maupun tujuan.
SMK Karya Bhakti diduga terlibat Pungli dengan memungut uang pada siswa/siswi sebesar Rp 940.000, yang katanya untuk Study Tour, dan pelaksanaan Study Tour tersebut telah dilaksanakan, yang diikuti sejumlah 130 siswa/siswi pada tanggal 11 dan 12 Desember 2024 dengan tujuan Kota Semarang.
Dugaan Pungli ini seringkali di bungkus dengan alasan yang sulit dipertanggung jawabkan, seperti outing kelas atau pengenalan kurikulum, praktek pungli ini diduga sudah berlangsung sejak siswa duduk di bangku kelas 11 dan 12, dengan biaya yang terus meningkat seiring berjalannya waktu.
Meskipun banyak orang tua siswa yang mengeluh dan menganggap praktek ini merugikan, namun anehnya pihak sekolah terkesan acuh tak acuh, walau pun sebenarnya para orang tua siswa merasa khawatir, terutama banyaknya insiden yang terjadi di daerah lain, membuat trauma akan keselamatan anak-anak mereka.
Selain merugikan secara finansial, banyak pihak yang menilai penyelengaraan kegiatan itu kurang profesional, dengan lebih mengutamakan keuntungan ketimbang memastikan keselamatan dan kesejahteraan siswa.
Ketika dihubungi untuk konfirmasi terkait masalah ini, Abdul Jalil, Kepala Sekolah SMK Karya Bhakti tidak memberikan respon begitu pula tidak dapat ditemui dikantornya karena hari ini merupakan hari libur pertama dalam menyambut bulan puasa, dan tidak merespon panggilan telpon yang diajukan atau pun chat melalui aplikasi Whats Up.
Masyarakat kini mendesak Disdik Jabar untuk lebih serius dan mengawasi dan menindak praktik dugaan pungli di sekolah-sekolah khususnya di SMK Karya Bhakti.
Mereka juga menuntut adanya transparansi dan pertanggungjawaban dalam setiap kegiatan yang melibatkan biaya dari orang tua dan transparansi tentang dana BOS, Kamis(27/2/2024).
” Saya selaku wali murid berharap pihak Disdik Jabar atau pun Gubernur yang baru terpilih menindak tegas dugaan pungli dengan dalih study tour, anak saya juga ikut dengan membayar dari uang PIP yang sebelumnya diambil dari bank yang di fasilitasi pihak sekolah dengan di dampingi gurunya dan langsung di setorkan ke Gurunya, ” ungkap wali murid yang minta dirahasiakan identitas dirinya.(REDAKSI)







