matamaja.com // MAJALENGKA -, Proyek pembangunan peningkatan Situ Jawura di Desa Kertajati Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka Provinsi Jabar yang dikerjakan oleh rekanan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung diduga dikerjakan asal asalan.
Pasalnya, dilapangan banyak pengerjaan yang diduga tidak sesuai spek dan RAB, kemudian diduga tanpa pengawasan konsultan yang jelas turun kelapangan, dan terkesan ada dugaan indikasi pembiaran pekerjaan oleh penanggungjawab BBWS.
Menurut Charly selaku direktur Gong Perdamaian Dunia sekaligus aktifis anti Korupsi Nasional, mengatakan bahwa Kepala Balai, dan Kepala Satker dan PPK harus tau secara detail situasi pekerjaan dilapangan yang lokasinya bersebelahan dengan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), karena menurut Charly perlu sekali pengawasan yang extra karena kualitas baik buruknya pekerjaan tersebut jadi pertaruhan pandangan khlayak umum.

Hasil investigasi pihak Charly dan tim, dilapangan ditemukan batu merah, pasir dan semen yang diaduk menggunakan molen yang diduga tidak sesuai formula sehingga kualitasnya di pertanyakan, dalam pemasangan dinding batu dengan minim pembesian ditemukan besi yang berkarat.
Pihak charly mencoba konfirmasi namun pengawas dan Site Manager tidak ada dilokasi, akhirnya hanya orang-orang yang sedang bekerja yang bisa diajak bicara di sela-sela istirahatnya.
Charly mengecam keras terkait pembangunan peningkatan situ jawura, yang diduga menjadi ajang Bancakan korupsi bagi beberapa oknum untuk memperkaya diri sendiri, proyek yang belum jelas manfaatnya untuk siapa, tercatat dalam plang informasi sebesar Rp 9.659.000.000 (Sembilan Milyar Enam Ratus Lima Pilih Sembilan Juta Rupiah)

” Saya minta kepada kepala Balai untuk memberikan teguran keras kepada rekanan Balai yang diduga melakukan kecurangan dalam pengerjaan pembangunan peningkatan ini, dikarenakan akan mempengaruhi kualitas bangunan yang tidak akan bertahan lama, dengan nilai proyek sebesar itu dikerjakan dengan mutu kurang bisa dipertanggungjawabkan, ” ungkapnya, Senin (10/06/2024).
Masih menurut Charly, dirinya akan melayangkan surat ke pihak BBWS Cimanuk-Cisanggarung terkait dugaan kecurangan yang dilakukan oleh pelaksana kegiatan, dan ia pun berharap pihak Aparat Penegak Hukum (APH) dari mulai Kepolisian Polda Jabar dan Pihak Kejati Jabar untuk terus melek dalam setiap informasi dan mau turun ke lokasi kegiatan.
Sementara PPK Air tanah dan Air Baku Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung di Cirebon belum bisa di konfirmasi, begitu juga konsultan pengawas ketika Wartawan datang tidak ada ditempat.(TIM)







