HAK JAWAB: Dede Bantah Tuduhan “Kumpul Kebo” dari Andre Sula, Minta Bukti dan Peringatkan Jangan Asal BeropiniHUKRIM|July 18, 2025July 18, 2025by adminDENPASAR BALI, BUSERJATIM.COM GROUP — Menanggapi pernyataan Andre Sula yang menyebut adanya
HAK JAWAB: Elangbali.com Tegaskan Status Legal Media, Bantah Tuduhan “Abal-Abal”n Terhadap Wartawan DedeHUKRIM|July 17, 2025July 17, 2025by adminDENPASAR BALI, BUSERJATIM.COM GROUP – Menanggapi adanya pernyataan dari akun media yang
HAK JAWAB: Tuduhan Pemerasan Ngaco! Dede Tantang Buka Bukti Lengkap, Wayan Dendut Diduga Mafia Solar IlegalHUKRIM|July 17, 2025July 17, 2025by adminDENPASAR BALI, BUSERJATIM.COM GROUP — Terkait tuduhan ngawur dari salah satu akun
Pasutri Sindikat Narkotika, Digrebek Petugas Kepolisian Saat Pesta Sabu DirumahHUKRIM|July 17, 2025July 17, 2025by adminMERANGIN, BUSERJATIM.COM GROUP – Jambi. Sat Resnarkoba Polres Merangin menggerebek pasangan suami
Pasutri Sindikat Narkotika Jaringan Lapas, Digrebek Petugas Kepolisian Saat Pesta Sabu DirumahHUKRIM|July 17, 2025July 17, 2025by adminMERANGIN, BUSERJATIM.COM GROUP – Jambi. Sat Resnarkoba Polres Merangin menggerebek pasangan suami
Polres Bogor Ungkap Kasus Kepemilikan Ilegal Senjata Api dan Senjata Tajam dari Video Viral di Media SosialHUKRIM|July 16, 2025July 16, 2025by adminMatamaja Group || Polres Bogor – Polres Bogor berhasil mengungkap dugaan tindak
Berita Viral yang Guncang Polda Bali, Kini Menuai Sorotan Publik: Polwan Tak Bersalah Justru Didemosi SetahunHUKRIM|July 13, 2025July 13, 2025by adminDENPASAR, BUSERJATIM.COM GROUP — Angin panas tengah berhembus dari balik tembok megah
Ada fakta baru dugaan oknum tim ipda haris propam polda bali mengecek CCTV di KFC tohpati Secara Tidak SahHUKRIM|July 9, 2025July 9, 2025by adminBALI, BUSERJATIM.COM GROUP – Di duga oknum propam polda bali mengecek cctv
Kapolresta Sorong Ungkap Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Keji di Belakang Ruko ArgoHUKRIM|July 8, 2025July 8, 2025by adminSORONG PBD, BUSERJATIM.COM GROUP — Kasus pemerkosaan dan pembunuhan sadis terhadap seorang
Polemik Dugaan Intimidasi Polwan Terhadap Jurnalis di Renon, Ini Penjelasan Aipda Pt Denpasar – Polemik dugaan intimidasi yang dilakukan seorang oknum polisi wanita (Polwan) terhadap jurnalis Radar Bali di kawasan Lapangan Renon, Denpasar, menuai perhatian publik. Namun, oknum yang disebut, yakni Aipda Pt, membantah keras tudingan tersebut dan memberikan klarifikasi atas insiden yang terjadi pada Minggu (6/7/2025) sore. Kepada Radar Bali, Aipda Pt menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan intimidasi. Ia menyebut bahwa kejadian bermula saat dirinya kebetulan melintas dan melihat dua orang jurnalis tengah terlibat adu argumen sembari saling merekam satu sama lain menggunakan ponsel. > “Saya berharap media besar seperti Radar Bali tidak memuat berita yang menyimpang dari fakta hanya karena sentimen pribadi. Perlu saya tegaskan, saya tidak pernah melakukan intimidasi,” ujar Aipda Pt melalui pesan WhatsApp, Minggu malam. Menurutnya, upayanya murni untuk meleraikan adu mulut dan menjaga ketertiban di ruang publik, mengingat lokasi kejadian berada di kawasan strategis yang saat itu sedang dijaga karena keberadaan Kapolda dan pejabat utama (PJU) Polda Bali. > “Saya khawatir pertikaian tersebut bisa memicu kekerasan fisik. Maka saya bertanya, ada masalah apa? Saya imbau agar diselesaikan secara dewasa, atau jika perlu, laporkan secara resmi,” tambahnya. Setelah itu, kedua jurnalis dikabarkan menghentikan aksi saling merekam dan membubarkan diri. Aipda Pt juga menyampaikan bahwa ia sempat menegur salah satu jurnalis Radar Bali karena melanggar aturan lalu lintas, yakni berboncengan tanpa helm saat melintasi gapura utama lapangan. > “Saya lakukan itu bukan karena hubungan pribadi atau institusi, tapi karena tanggung jawab sebagai aparat untuk menjaga ketertiban umum,” katanya. Namun demikian, Aipda Pt menyayangkan itikad baiknya justru disalahartikan. Ia menyebut berita yang terbit sebagai fitnah dan penyimpangan fakta. Respons dari Wartawan Lain: Soal Etika dan Profesionalisme Sementara itu, dalam keterangan terpisah, jurnalis independen bernama Dede yang juga terlibat dalam insiden tersebut, menyatakan bahwa komunikasi awal dari pihak Radar Bali tidak mencerminkan etika profesional antar sesama wartawan. > “Dia berbicara kasar dan meremehkan media kecil, dengan mengatakan media saya tidak terdaftar di Dewan Pers. Padahal seharusnya, media besar justru merangkul, bukan melecehkan,” ucap Dede. Dede mengaku kecewa karena momen ketegangan tersebut justru dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk memperkeruh suasana dengan narasi sepihak. Pentingnya Etika dan Klarifikasi dalam Dunia Jurnalistik Polemik ini menyoroti pentingnya sikap profesional, etika komunikasi, dan verifikasi fakta dalam pemberitaan, terutama jika melibatkan sesama wartawan dan aparat penegak hukum. Insiden kecil di ruang publik berpotensi membesar apabila tidak diiringi itikad baik dan klarifikasi yang adil. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari institusi kepolisian (Polda Bali) terkait dugaan intimidasi tersebut. Namun, publik berharap agar kedua belah pihak dapat menyelesaikan perbedaan secara bijak demi menjaga hubungan harmonis antara media dan aparat di lapangan RedHUKRIM|July 7, 2025July 7, 2025by adminDENPASAR, BUSERJATIM.COM GROUP – Polemik dugaan intimidasi yang dilakukan seorang oknum polisi