by

WARGA BANTARAN SUNGAI CISAMBENG DAN CIDERES KELUHKAN TANGGUL BANTARAN YANG TERGERUS AIR SUNGAI

-Wisata-57 views

matamaja.comMajalengka. warga yang bermukim di kawasan bantaran sungai cisambeng tepatnya di Desa Balida dan sungai Cideres tepatnya Desa Jatipamor mengeluhkan kontur tanah bagian tanggul yang terus tergerus arus sungai. Di bantaran sungai Cisambeng warga khawatir bilamana terjadi hujan terus menerus dan arus air meluap warga takut tanggul bisa jebol akibat tidak kuat menahan arus sungai. Lain halnya dengan warga masyarakat Desa Jatipamor yang posisi pemukimannya diatas sungai Cideres, abrasi sungai menggerus lahan pemukiman yang mengakibatkan semakin dekatnya sungai dengan lokasi rumah warga.

Seperti pantauan awak matamaja.com di lapangan, ” memang benar setidaknya ada dua titik tanggul bbws cimanuk-cisanggarung yang terletak di bantaran sungai Cisambeng Desa Balida Kecamatan Dawuan yang terus tergerus arus sungai Cisambeng”. Sementara di Desa Jatipamor yang kebetulan tepat berada di belakang kantor Redaksi matmaja.com sendiri, lahan warga sudah hilang beberapa meter akibat tergerus arus sungai tertutama sehabis hujan deras di hulu sungai Cideres. Dalam waktu beberapa tahun ke depan, jikalau tidak ada penanganan serius kantor redaksi akan tepat berada di bibir Sungai Cideres

Seperti yang di ungkapkan Emod (44thn) salah satu warga yang rumahnya berada di sekitar bantaran sungai, ia dan warga lainnya mengaku suka was was dan khawatir saat musim hujan sekarang ini warga takut suatu saat tanggul bantaran sungai jebol dan air sungai meluap ke pemukiman warga yang berada tidak jauh dari bantaran sungai cisambeng. Lain halnya dengan yang diungkapkan oleh Lili (30thn) warga Desa Jatipamor yang mengungkapkan kekhawatirannya kalau sewaktu-waktu rumahnya bisa hanyut terbawa derasnya arus sungai Cideres.

“penanganan yang serius dari pihak terkait, khususnya BBWS yang segera tanggap dan turun ke lapangan untuk mengatasi permasalahan tersebut sangat diharapkan agar tidak terjadi musibah yang tidak diinginkan” pungkas kedua warga tersebut. (Dicky)