by

Terdeteksi Sub-Varian Omicron XBB, Ratu Ngadu: Vaksinasi Harus Tetap Berjalan

Matamaja.com//Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI Ratu Ngadu Bonu Wulla meminta agar pemerintah kembali menggalakan vaksinasi Covid-19, terlebih setelah sub-varian omicron XBB terdeteksi di Indonesia. Menurut Ratu, perlu usaha yang konsisten agar bisa menggugah masyarakat untuk melakukan vaksinasi dalam upaya melindungi diri dari Covid-19.

“Saya bersama Kementerian Kesehatan barusan turun ke desa-desa untuk melakukan sosialisasi GERMAS ya, gerakan masyarakat hidup sehat untuk mengajak masyarakat melindungi diri lewat kegiatan vaksin. Saya bilang tidak boleh berhenti, vaksinasi harus tetap berjalan, apalagi sudah ada varian baru,” tegas legislator daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur II tersebut. 

Ratu menyampaikan bahwa vaksinasi diperlukan untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok. Kondisi tersebut terjadi ketika sebagian besar populasi kebal terhadap penyakit menular tertentu, sehingga memberikan perlindungan tidak langsung atau kekebalan kelompok bagi mereka yang tidak kebal terhadap penyakit menular tersebut.

“Jadi vaksinasi tetap kita jalankan. Kita tidak berhenti, ya agar masyarakat bisa mencapai herd immunity. Apalag, kita antisipasi dengan masuknya varian baru ini, kan, tentu perlu antisipasi. Takutnya varian baru ini lebih berbahaya dari varian-varian yang sudah ada. Istilahnya gini, jangan dikasih kendor gitu, lho, vaksin ini,” tambahnya saat dihubungi Parlementaria melalui sambungan telepon pada Senin, (24/10/2022).

Terkait dengan kondisi vaksinasi di daerah pemilihannya, Ratu menjelaskan bahwa masyarakat NTT mulai menunjukan antusiasme yang tinggi terhadap vaksinasi Covid-19, baik 2 dosis pertama maupun dosis ketiga atau booster. Sayangnya, tak setiap vaksin tersedia di sana. Meski begitu, Ratu menjelaskan bahwa Kemenkes melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (DP2P) berusaha untuk menghadirkan vaksin, sehingga vaksinasi bisa tetap dilakukan.

“Akhir-akhir ini masyarakat antusiasnya sudah sangat tinggi, namun ketersediaan vaksin yang kurang. Tapi, terus diupayakan kementerian oleh DP2P untuk menghadirkan vaksin dan kami terus melakukan vaksinasi,” jelasnya setelah menghadiri acara vaksinasi massal di Desa Menne Ate, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Data, NTT.

Untuk mengantisipasi sub-varian baru Covid-19 yang digadang menjadi penyebab naiknya angka kasus Covid-19 di beberapa negara, Ratu berharap agar masyarakat tetap taat pada protokol kesehatan. Selain itu, ia pun tak lupa mengingatkan agar masyarakat tetap mengonsumsi makanan sehat untuk mempertahankan imunitas. Hal ini sejalan dengan pesan Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS) yang digaungkan oleh Kemenkes.

Harapan saya masyarakat tetap taat protokol kesehatan. Tanggung jawab dari diri sendiri, menjaga diri untuk tetap sehat, melakukan vaksinasi dan tentunya jangan lengah. Jangan kita sudah merasa bebas, kalau perlu kita perketat untuk protokol dan vaksinasi. Juga mengonsumsi makanan sehat sehingga imunitas kita tetap terjaga, menghindari juga kerumunan-kerumunan yang tidak terlalu penting,” pesannya.

Dilansir dari Kementerian Kesehatan, kasus pertama pasien Covid-19 dengan sub-varian XBB di Indonesia merupakan transmisi lokal. Pasien berusia 29 tahun itu baru saja kembali dari Lombok, Nusa Tenggara Barat dengan menunjukan gejala seperti batuk, pilek, dan demam. Dengan adanya temuan ini, masyarakat diminta waspada dan memperkuat protokol kesehatan, terutama memakai masker.

(@aher/dpr.go.id)