by

Tempat hiburan malam nakal, Ormas Pekat IB DPW Jabar datangi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19

-Nasional-152 views

matamaja.com Majalengka. Dewan Pimpinan Daerah (DPW) Organisasi Masyarakat (Ormas) Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) Jawa Barat yang dipimpin oleh ketuanya Boyke Lutfiana Syahrir SH. MH. melakukan audiensi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19 di kantor Gubernur Jawa Barat. Rombongan pengurus Pekat ini derima oleh ketua harian tim gugus tugas Daud Ahmad

Dalam keterangan pers yg di sampaikan oleh sekretaris PEKAT IB Jawa barat Andri firmansyah,S.Sos mengatakan “kami menyampaikan atas pelanggaran PPKM di wilayah kota Bandung yang mana ketua tim gugus tugas percepatan penanganan covid 19 kota Bandung dalam hal ini Walikota Bandung tidak tegas dalam melakukan penegakkan pelanggaran PPKM di wilayahnya, terutama terhadap para pelaku usaha hiburan malam. Dimana kita dari Ormas PEKAT IB JABAR sangat menyayangkan laporan dari jajaran ormas PEKAT IB DPD kota Bandung telah menyampaikanya melalui surat atas pelanggaran tersebut kepada Walikota Bandung namun tidak cepat meresponya, kita mengharapkan ketua tim gugus tugas percepatan penanganan covid 19 kota Bandung supaya memberikan tindakan tegas kepada para pelaku usaha hiburan malam, supaya tidak terkesan menantang dan membandel, bahkan ada salah satu tempat hiburan malam yg telah di segel oleh satpol PP dan di tutup paksa masih saja memberanikan diri membuka usahanya”

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua DPW Pekat IB Jabar, Boyke Luthfiana Syahrir SH. MH. “saya tidak mau marwah pemerintah atau institusi penegak hukum di wilayah Jawa Barat di permainkan oleh oknum para pelaku usaha jasa hiburan malam yang selalu menganggap kecil suatu permasalahan, padahal jelas situasi pendemi covid 19 ini yg banyak makan korban jiwa. Kita harus patuh terhadap arahan dari pemerintah untuk tetap menaati protokol kesehatan, dan penegakan ini harus tegas” lantang Boyke. Ia mencontohkan di sekitar jalan Sulanjana yang mana terlihat tertutup dan sepi nyaris tidak ada kehidupan atau kegiatan tapi anehnya banyak parkir mobil termasuk di jalan seputaran bundaran balubur yang sangat terasa aneh

“Pengusaha hiburan malam ini terkesan bermain kucing-kucingan dengan Satgas Covid-19. Sudah jelas jam operasional itu tutup pada pukul 20.00 WIB, tapi ada yang buka sampai pukul 03.00 pagi. Apalagi Pemkot Bandung juga menyebutkan masih ada beberapa hiburan malam yang belum mengantogi perizinan. Harus segera ditindak” lanjut Boyke. ““Kalau jajaran kota maupun provinsi tidak berani tegas, kami akan bawa permasalahan ini ke jajaran pimpinan pusat agar disikapi oleh Ketua Gugus Tugas Covid-19 Republik Indonesia, Kapolri, serta Panglima TNI,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Daud Achmad berterima kasih atas informasi dari Pekat IB DPW Jabar yang sangat peduli terhadap pencegahan penyebaran Covid-19. Dirinya akan segera melaksanakan koordinasi dengan pihak pihak terkait serta Pemkot Bandung. “saya akan segera menyampaikan masukan beserta informasi dari jajaran Pekat IB ini kepada Bapak Gubernur Jawa Barat selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jabar” kata Daud (pekat)