by

“Sikat Koruptor, Ekonomi Pulih”

-Hukum-228 views

matamaja.comJakarta. Tadi malam tepatnya pukul 20.05 WIB matamaja.com menyimak Spacial Interview antara Claudius Boekan yang merupakan Pemred stasiun berita “Berita Satu” Dengan Jaksa Agung Republik Indonesia ST. Burhanuddin dengan tema “Sikat Koruptor, Ekonomi Pulih”

Dalam interview tersebut Jaksa Agung yang merupakan putra asli Majalengka itu menjelaskan program kerja Kejaksan Agung dalam pemberantasan korupsi. Dalam penegakan hukum, Kejaksaan akan menyeimbangkan antara penindakan dengan pencegahan tindak pidana korupsi. Kalau hanya penindakan itu tidak akan pernah ada ujungnya, tapi harus dilakukan pencegahan bagaimana tindak pidana itu jangan sampai terjadi. Dalam melakukan pencegahan itu dibutuhkan pengawasan yang ketat, sehingga mempersempit peluang korupsi dan Kejaksaan Agung tidak bisa sendiri dalam melakukannya, butuh kerjasama dari pihak lain. Contoh dalam kasus Jiwasraya, perlunya peningkatan kerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Peningkatan kerjasama itu dibuktikan dengan ditetapkannya pegawai OJK menjadi tersangka kasus Jiwasraya”

Dalam meningkatkan pecegahan dan penindakan tidak pidana korupsi, Kejagung lebih meningkatkan sinergitas dengan institusi lain salah satunya Kepolisian Republik Indonesia (Polri), ini ditandai dengan Kunjungan Kapolri Jendran Polisi Listyo Sigit Prabowo ke Gedung Menara Kartika Adhyaksa untuk bertemu Jaksa Agung dalam rangka meningkatkan sinergitas kedua institusi tersebut. Selain itu juga Kejagung meningkatkan kerjasama dengan KPK, BPK, OJK dan institusi terkait lainnya.

Kredit point dilontarkan Claudius Boekan kepada Kejaksaan Agung karena dalam beberapa bulan terakhir gencar menyidik kasus-kasus besar seperti Jiwasraya, dan sekarang Asabri serta kedepannya BPJS Ketenagakerjaan. Menurut Cladius Boeken Publik menaruh harapan besar atas kinerja Kejagung, karena kerugian negara sangatlah besar.

Menanggapi itu, Jaksa Agung mengatakan “kami tidak cari nama, tapi kami melaksanakan tugas. Silakan masyarakat menilai, tapi kami tidak cari nilai” ujarnya. “yang kami cari adalah bagaimana membangkitkan lagi kepercayaan masyarakat terhadap Kejaksaan” tambahnya

Dalam penjelasannya Jaksa Agung mengungkapkan Nilai Korupsi Jiwasraya yang mencapai 16,8 triliun diatas rekor BLBI yang 8 triliun. Kemudian korupsi Asabri 23,7 triliun, sementara BPJS Ketenagakerjaan masih dalam pengembangan

Selain mempidanakan para pelaku, Kejagung akan fokus untuk mengembalikan aset-aset negara sekalipun ke luar negeri. “ini kan harga negara, punya rakyat Indonesia. Apapun akan diupayakan untuk pengembaliannya” tegas Jaksa Agung

“Siapapun Orang yang ikut menyembunyikan korupsi ini saya sikat.!”

Untuk lebih lengkapnya silakan tonton video ini : https://youtu.be/nHjhcHfGyx8

Keadilan Itu Tidak Ada Didalam Buku, Tetapi Ada Dihati Nurani” (ST. Burhanuddin)