by

Semangat berkontribusi di tengah pandemi

-Daerah-87 views

matamaja.comMajalengka. Dadan Muzaeni (40tahun) warga Desa Burujul Kulon Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka patut mendapat apresiasi dan acungan jempol, pasalnya dengan semangat yang tinggi dengan didasari rasa keprihatinannya melihat fenomena sampah plastik utamanya yang terus menumpuk, memunculkan ide kreatifnya untuk bisa mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Berbekal pengetahuannya tentang mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar melalui proses destilasi, Dadan pun mulai mulai menuangkan ide kreatifnya dengan bermodalkan dari bahan-bahan bekas yang ia dapatkan di tempat barang rongsokan seperti drum bekas, tempat tabung freon bekas lemari es dan pipa-pipa pun ia dapatkan dari tempat jualan besi bekas kiloan.

Dengan segala keterbatasan modal yang ada ia pun mulai membuat alat pengolahan sampah plastik dengan menggandeng bengkel tukang las yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya. Bukan tanpa hambatan setelah alat jadi,sempat beberapa kali saat dicoba hasilnya tidak seperti yang diharapkan namun dengan semangat dan kegigihan usaha akhirnya hasil dari proses destilasi sampah plastik bisa ia rasakan manfaatnya walau cuma sebatas untuk konsumsi sendiri seperti bisa dipakai bahan bakar alternatif pengganti bensin untuk motor yang biasa ia pake sehari-hari dan juga istrinya sekarang bisa memanfaatkan minyak hasil destilasi untuk di jadikan bahan bakar semisal kebutuhan rumah tangga menanak nasi, masak air ataupun memasak mie rebus.

Alhamdulillah meskipun masih tidak maksimal digunakan sebagai pengganti bensin tapi untuk digunakan di kompor minyak hasil destilasi itu bisa dimanfaatkan layaknya bahan bakar minyak.

Saat ditanya apa kendala yang dihadapinya,Dadan menjawab ia kesulitan dalam hal penyediakan bahan baku/sampah plastik untuk proses destilasinya setidaknya dibutuhkan sekitar 5-10kg sampah plastik seperti botol bekas air mineral, kantong plastik dan sampah plastik lainnya untuk bisa menghasilkan 1-1,5 liter bahan bakar minyak setelah proses destilasi. Ia berharap bilamana ada warga ataupun pihak desa yang ingin bekerjasama dengannya dalam mengurangi permasalahan sampah plastik Dadan mengaku “siap”, ungkapnya di akhir wawancara. (D. Rosiyandi).