by

Sejarah Dunia : Siapa Ratu Elizabeth I, Penguasa Kerajaan Inggris yang Sangat Ikonis?

Matamaja.com//Berdiri berabad-abad lamanya, Kerajaan Inggris telah dipimpin oleh lebih dari 40 raja dan ratu. Kerajaan Inggris masih berdiri kuat hingga abad ke-21 ini, dengan kekuasaan selama 70 tahun terakhir dipegang oleh Ratu Elizabeth II. Namun, selepas kepergian Elizabeth II pada 8 September lalu, Kerajaan kini dipimpin oleh anaknya, Raja Charles III.

Setiap penguasa memiliki nama dan ketenarannya tersendiri. Contohnya, di era modern ini, kejayaan Kerajaan Inggris dikomandoi oleh Ratu Elizabeth II. Di bawah kepemimpinannya sejak 1952, Inggris berhasil menjadi salah satu negara maju yang disegani di dunia.
Kejayaan Inggris era modern ini mencerminkan salah satu “zaman emas” Inggris di masa lampau, sekitar 400 tahun ke belakang. Saat itu, Inggris dipimpin oleh seorang ratu yang bernama sama: Elizabeth atau dikenal sebagai Ratu Elizabeth I.
Saking ikonisnya kekuasaan sang Elizabeth pertama, Inggris memiliki nama tersendiri untuk mengenang kejayaan sang Ratu, yakni The Elizabethan Age. Di bawah ratu yang berkuasa selama 45 tahun ini, Inggris menikmati masa kejayaan dan perkembangan yang signifikan, terutama di bidang seni dan sastra.

Ratu Elizabeth pertama menguasai Inggris dan Irlandia sejak 1558 hingga 1603. Ia berasal dari keluarga Tudor (House of Tudor) dan menggantikan kakak tirinya, Ratu Mary I, yang meninggal dunia setelah 5 tahun berkuasa. Elizabeth adalah anak dari Raja Henry VIII dan Permaisuri Anne Boleyn, istri kedua sang Raja setelah Catherine of Aragon.
Ratu Inggris yang ikonis ini memiliki kisah hidup dan kepemimpinan yang menarik, Ladies. Sepanjang 69 tahun kehidupannya, Ratu Elizabeth I harus menghadapi berbagai tantangan berat: Mulai dari kehilangan ibunya akibat eksekusi mati, dipenjara oleh kakaknya sendiri selama dua bulan di Menara London, hingga selamat dari berbagai percobaan pembunuhan.
Bagi Ladies yang penasaran, simak profil dan perjalanan hidup Ratu Elizabeth I dalam membawa Inggris ke era Elizabethan yang ikonis.

1. Masa kecil Ratu Elizabeth I
Ratu Elizabeth I, lahir dengan nama Elizabeth, adalah anak satu-satunya dari Raja Henry VIII dan Permaisuri Anne Boleyn. Ia lahir pada 7 September 1533.
Pernikahan orang tua Elizabeth penuh polemik. Sebab, untuk bisa menikahi Anne Boleyn, Raja Henry VIII memutuskan untuk berpisah dengan istri pertamanya, Catherine of Aragon, dengan cara memisahkan Gereja Inggris dari Gereja Katolik Roma. Henry VIII berpisah dari Catherine karena mereka tidak memiliki anak laki-laki yang akan bisa melanjutkan garis keturunan keluarga Tudor. Dengan menikahi Anne Boleyn yang lebih muda, harapannya, Henry VIII akan mampu memiliki keturunan laki-laki.

Namun, harapan Henry VIII tidak terwujud. Sebab, Anne Boleyn juga tidak melahirkan anak laki-laki, melainkan anak perempuan: Elizabeth. Sedari kecil, Elizabeth sudah hidup terpisah dari kedua orang tuanya. Ini merupakan tradisi yang sudah berlangsung di lingkungan Kerajaan Inggris.

Dilansir Britannica, belum genap tiga tahun usia Elizabeth, Permaisuri Anne Boleyn dieksekusi mati oleh Henry VIII. Kepala Anne dipenggal atas tuduhan perzinaan dan pengkhianatan. Sudah jatuh, tertimpa tangga pula, Elizabeth dianggap illegitimate atau anak haram. Sebab, Parlemen Inggris menganggap pernikahan Henry VIII dan Anne Boleyn tidak sah sejak awal.
Selepas kematian Anne Boleyn, Henry VIII pun kembali menikah. Dari pernikahan ketiganya dengan Jane Seymour, Henry VIII akhirnya memiliki anak laki-laki. Anak Henry VIII dan Jane Seymour itu akhirnya berkuasa sebagai Raja Edward VI di usia remaja, setelah kematian Henry VIII.
Kendati Elizabeth dianggap sebagai anak yang tidak sah, Henry VIII tidak mengabaikannya. Menurut Britannica, Henry VIII tetap memasukkan Elizabeth ke dalam garis suksesi takhta di posisi ketiga, setelah adik tirinya, Edward, dan kakak tirinya, Mary.

Elizabeth pun dikenal sebagai remaja yang sangat cerdas. Di usia muda, ia mampu menguasai berbagai bahasa asing seperti Yunani, Latin, Prancis, dan Italia. Ia juga mahir dalam sejarah, filsafat moral, serta retorika. Pendidikan ini biasa diberikan hanya kepada keturunan laki-laki di Kerajaan, tetapi Elizabeth mampu menguasai seluruh bidang studi tersebut.
2. Menjadi Ratu Inggris dan Irlandia di usia 25 tahun

Setelah Raja Henry VIII meninggal dunia pada 1547, anaknya, Edward, naik takhta menjadi Raja Edward VI di usia 9 tahun. Namun, kekuasaan Edward VI tergolong singkat, karena ia meninggal dunia akibat tuberkulosis pada 1553.
Raja Edward VI pun digantikan oleh Ratu Lady Jane Grey yang masih berusia 16 tahun. Ia adalah sepupu jauh dari Edward VI. Lady Jane Grey ditunjuk sebagai pewaris takhta Edward VI sebagai upaya Parlemen untuk mencegah anak tertua Henry VIII, Mary, menjadi Ratu. Mary adalah seorang pemeluk Katolik Roma, sementara Edward VI dan Lady Jane Grey merupakan penganut Kristen Protestan.

Mary tidak terima dengan keputusan tersebut. Sembilan hari setelah Lady Jane Grey naik takhta, Mary berhasil menggulingkan Jane dan naik takhta sebagai Ratu Mary I pada 1553. Kekuasaan Ratu Mary I berlangsung selama 5 tahun.

Elizabeth menjadi Ratu Inggris dan Irlandia di usia 25 tahun, setelah Mary I meninggal dunia akibat kanker. Sebelum naik takhta, Ratu Elizabeth pertama ini harus menjalani tantangan yang berat di bawah kekuasaan Ratu Mary I yang merupakan seorang penganut Katolik Roma.
Sebagai seorang pemeluk Kristen Protestan, Elizabeth menjadi bulan-bulanan sang kakak yang ingin mengembalikan Inggris ke dalam pelukan agama Katolik. Ratu Mary I menjebloskan Elizabeth ke penjara di Menara London pada 1554, karena ia curiga Elizabeth berencana menggulingkan kekuasaannya dan mengembalikan Kristen Protestan di Inggris. Namun, berkat kurangnya bukti, Elizabeth pun dibebaskan dua bulan kemudian.

Empat tahun kemudian, Ratu Mary I meninggal dunia tanpa memiliki keturunan. Di usia 25 tahun, Elizabeth pun naik takhta menjadi Ratu Elizabeth I pada 1558. Perempuan muda dan cerdas ini pun berhasil menggiring Inggris ke masa kejayaannya hingga 45 tahun ke depan.

Baca berikutnya.
(@aher)                      sumber: kumparan.com