by

Revolusi Digital birokrasi mutlak dibutuhkan untuk menyongsong era Industri 4.0

-Wisata-51 views

matamaja.comMajalengka. Seperti dilansir wikipedia, Industri 4.0 adalah nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Istilah ini mencakup sistem siber-fisik (Cyber Physical System), internet untuk segala (Internet of Think), komputasi awan (cloud computing), dan komputasi kognitif. Industri 4.0 menghasilkan “pabrik cerdas”. Di dalam pabrik cerdas berstruktur moduler, sistem siber-fisik mengawasi proses fisik, menciptakan salinan dunia fisik secara virtual, dan membuat keputusan yang tidak terpusat. Lewat Internet untuk segala , sistem siber-fisik berkomunikasi dan bekerja sama dengan satu sama lain dan manusia secara bersamaan. Lewat komputasi awan , layanan internal dan lintas organisasi disediakan dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak di dalam rantai nilai (value chain)

Dalam diskusi santai antara Pimpinan Redaksi matamaja.com (Ajat Sudrajat) dengan Ketua DPD Pekat IB Kabupaten Majalengka (Aang Lukmawan), terungkap bahasan yang sangat menarik mengenai pentingnya digitalisasi penuh birokrasi dan pelayanan publik dalam sistem pemerintahan khususnya Kabupaten Majalengka. Majalengka sebagai salah satu kawasan Industri yang akan terus tumbuh dan berkembang tentunya akan menikmati limpahan teknologi dari pabrik-pabrik modern, mau tidak mau pemerintahan juga harus mengimbanginya dengan cara mengadopsi sistem modern dalam meningkatkan profesionalisme pelayanan publik.

Kang AL sapaan akrab Ketua DPD Pekat IB Majalengka mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi informasi sampai saat ini sudah sampai kepada teknologi Blockchain, yaitu sebuah teknologi yang memverifikasi data secara terbuka oleh jaringan komputer di seluruh dunia atau istilahnya desentralisasi. Jika ini diterapkan dalam sistem keuangan negara, tidak ada lagi manupulasi data dan keuangan dikarenakan semua orang bisa melihat alur distribusi data secara terbuka tanpa bisa dirubah atau dihilangkan. “wah tidak bisa korupsi dong” celetuk Ajat. “bisa saja, cuma pasti ketahuan. Tinggal lacak alur perpindahan data maupun keuangannya ” jawabnya sambil tersenyum

Dalam lanjutan diskusinya, Kang AL yang ternyata seorang penggemar Teknologi Informasi mengatakan dalam waktu dekat teknologi Kecerdasan Buatan (Artifical Intelligence) akan semakin berkembang sempurna. Akan banyak teknologi informasi yang bisa diadopsi oleh pemerintah untuk lebih meningkatkan pelayanan publik. “kalau pakai teknologi seharusnya bikin KTP dan KK ga ada antrian yang mengular di kantor Disdukcapil dong seperti yang kadang terjadi saat ini.?” tanya Ajat. “Dengan sumberdaya manusia dan keuangan pemerintah saat ini, sangat mudah membuat sebuah sistem pembuatan KTP dan KK secara online. Yang paling sederhana cukup datang ke Desa/Kelurahan, kemudian dari Desa/Kelurahan data dikirim secara online ke Kecamatan dan Disdukcapil. Kalau ada data fisik tinggal dikirim lewat kurir, kalau alat perekaman data hanya ada di kantor Disdukcapil ya tinggal atur jadwal. Masyarakat cukup datang sekali saja kemudian tinggal pulang menunggu KTP dan KK di rumah. KTP dan KK yang sudah jadi tinggal dikirim oleh Disdukcapil ke Kecamatan atau Desa/Kelurahan masing-masing. Kalau sudah sampai Desa ya anterin dong sama pamong, kan sudah ada gaji sama kendaraan operasional Desa” tegas kang AL. “kalau teknologi informasi diadopsi dengan baik tentunya tidak akan ada kekisruhan data penerima bantuan Covid seperti yang terjadi, tinggal input data di desa terus dalam beberapa menit data sudah sampai di pusat. Ga pusing pak Kades ditutut warganya, anteng tidur “. komentar Ajat. “masa bikin KTP kalah mudah sama belanja online.? Tokonya di Jakarta, yang jualnya entah siapa tapi barang datang dan uang aman. Masa yang kantornya di Majalengka kalah.?” tambahnya sambil diiringi gelak tawa yang hadir

Di akhir diskusi, Pimpinan Redaksi dan Ormas ini sepakat akan mencoba melakukan sedikit gerakan dalam membantu memudahkan masyarakat membuat KTP dan KK, yaitu dengan membuka link pendaftaran KTP dan KK secara online di matamaja.com. “masyarakat tinggal mengisi form dan mengunggah dokumen yang diperlukan. Nanti tim matamaja.com dan Pekat IB yang akan menyerahkan data ke Disdukcapil. Setelah selesai akan diantaran oleh anggota Pekat IB sampai ke rumah atau dikirim lewat kurir” jelas Ajat. Sebagai langkah awal keduanya akan terlebih dahulu melakukan adiuensi dengan pihak DPRD atau Disdukcapil terkait program tersebut, ini menyangkut legalitas pengumpulan data masyarakat. Kalau secara sistem ITsendiri mereka berdua menyatakan sudah siap, baik dengan atau tanpa dukungan pemerintah. “doa dan dukungan masyarakat adalah kekuatan kami untuk mengabdi sepenuhnya kepada warga masyarakat Kabupaten Majalengka” tutup mereka berdua. (wind)