by

Puskesmas Cikijing Diduga “Covidkan” Warga Desa Jagasari

-Majalengka-2,397 views
Shopee Indonesia

matamaja – Majalengka. Informasi menarik datang ke awak media matamaja.com tentang kejadian yang menimpa seorang warga bernama Didin Hasanudin (61 tahun) warga Blok Colom Tonggoh Rt. 02 Rw. 09 Desa Jagasari Kecamatan Cikijing Kabupaten Majalengka Jawa Barat

Kejadian bermula saat Pak Didin mengalami sakit panas, kemudian oleh keluarganya dibawa ke puskesmas Cikijing untuk berobat. Setelah dilakukan test swab Pak Didin dinyatakan positif covid 19 dan pihak keluarga disuruh menandatangani surat pernyataan kesediaan melakukan karantina rumah atau isolasi mandiri. Hal itu dikarenakan rumah sakit penuh. Surat tersebut ditandatangani oleh anak Pak Didin bernama Dedih Herdianto dan petugas puskesmas bernama Dedi Sudiana, tertanggal 28 Juni 2021

surat pernyataan kesediaan isoman puskesmas Cikijing

Karena meragukan keterangan puskesmas Cikijing, esoknya pihak keluarga membawa Pak Didin ke rumah sakit jantung Hasna Medika Kuningan. Keraguan terhadap hasil pemeriksaan di puskesmas Cikijing akhirnya terbukti, hasil test antigen yang dikeluarkan oleh rumah sakit jantung Hasna Medika Kuningan menyatakan bahwa Pak Didin negatif covid 19. Hasil pemeriksaan labolatorium tersebut disahkan oleh penanggung jawab rumah sakit jantung Hasna Medika dr. Fajar Wasilah Sp. PK. M M.RS tertanggal 29 Juni 2021

hasil test RS Jantung Hasna Medika

Awak media kemudian melakukan konfirmasi kepada kepala Desa Jagasari, Ahmad Juanda. Pak Kades membenarkan menerima laporan dari nomor 0822 XXXX XXXX yang menurutnya dari pihak puskesmas lewat pesan whatsapp, bahwa ada warganya yang positif terpapar virus covid 19 atas nama Didin Hasanudin

Orang tersebut hanya mengirimkan foto dari fotocopy KTP dan kartu BPJS pasien, saat pak kades menanyakan hasil test swab sudah keluar atau belum yang bersangkutan malah menjawab ” kaleresan tadi di pkm Cikijing hyg dirawat mung hasil antigen na positif pa (kebetulan tadi di puskesmas cikijing ingin dirawat cuma hasil antigen nya positif)”

chat laporan ke pak kades jagasari

Kemudian Pak Kades menerima hasil Swab Antigen dari RS. Jantung Hasna Medika yang diberikan oleh pihak keluarga. Karena menerima bukti hasil negatif dari RS. Jantung Hasna Medika Kuningan, maka Pak Kades mengeluarkan Surat Keterangan tertanggal 30 Juni 2021 yang menerangkan bahwa warganya atas nama Didin Hasanudin negatif covid 19

keterangan Kades Jagasari

Selasa, 6 Juli 2021 tim matamaja.com melakukan konfirmasi kepada Kepala Puskesmas (Kapus) Cikijing. Entah kenapa sebelum dialog dengan awak media, Bu Kapus mengatakan tidak mau pembicaraan tersebut direkam. Awak mediapun menyetujui hal tersebut karena datang berdua dan demi kelancaran konfirmasi.

Awalnya Bu Kapus mengelak kesalahan hasil test covid 19 pasien atas nama Didin Hasanudin, dan tetap menyatakan positif terpapar covid 19. Kemudian tim matamaja menunjukan surat hasil test antigen dari RS Jantung Hasna Medika Kuningan dan surat keterangan dari Kepala Desa Jagasari.

Tim kemudian menjelaskan informasi tentang Kepala Desa Jagasari menerima pesan whatsapp yang mengirim foto dari fotocopy KTP dan BPJS diduga pihak puskesmas untuk pemberitahuan warga yang dinyatakan terpapar covid 19 tanpa melampirkan hasil test. Bu Kapus menyanggahnya dan mengatakan bahwa hasil test tersebut ada, namun setelah dicari saat itu berkas tersebut tidak ditemukan.

Akhirnya Bu Kapus mengatakan, dari pada banyak permasalahan beliau mengakui bahwa itu adalah kesalahan dan kelalaiannya serta meminta maaf

Tim juga menjelaskan dampak yang diterima oleh pasien dan keluarga atas kelirunya hasil test covid 19 dan surat pernyataan kesediaan melakukan karantina rumah atau isolasi mandiri dari puskesmas Cikijing. Yang mana pasien dan keluarga dijauhi oleh tetangga dan saudaranya kerena ketakutan terpapar virus covid 19, hingga menyebabkan kondisi psikologi pasien dan keluarga menjadi tertekan. Bahkan Pak Didin mengalami drop akibat ketakutan, penyakit bawaan yaitu jantung dan sesak menjadi sering terasa

Mendengar hal tersebut, Bu Kapus kembali menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dan akan segera berdiskusi dengan jajarannya guna menyikapi permasalahan ini

saat konfirmasi dengan ibu kepala puskesmas cikijing

Tim kemudian mengirimkan rilis berita hasil konfirmasi kepada Ibu Kepala Puskesmas, untuk meminta koreksi jika ada materi berita yang menurut beliau tidak sesuai. Hal ini juga dalam rangka mencegah sengtketa pemberitaan dikemudian hari. Lewat pesan aplikasi whatsapp, Bu Kapus mengatakan “kalau hal seperti itu biasanya kasubag TU puskesmas yang lebih faham karena beliau magister hukum kesehatan, sudah bagi2 tugas. Punten saya lagi menrima konsulan mayat”

Guna melengkapi pemberitaan, awak media melakukan konfirmasi dengan petugas puksesmas Cikijing yang menandatangani lembar kesediaan isolasi mandiri, yakni Dedi Sudiana.

Dalam keterangannya lewat pesan aplikasi whatsapp, Dedi mengatakan “maap pa tinggal datang aja kepuskesmas temui pa ubag atau bu kapus”

Dedi kemudian ditunjukan rilis berita, beliau menjawab “pa ceritanya gini, pas pemeriksaan antigen disaksikan sama keluarganya. itu juga atas ijin keluarga pa. soal antigen ada di puskesmas. tinggal hubungi pa ubag”

Senin 12 Juni 2021 awak media matamaja datang ke Puskesmas Cikijing untuk meminta hasil test swab, namun harus pihak keluarga yang datang mengambil. Pihak keluarga datang untuk mengambil hasil tes, setalah lama menunggu akhirnya menerima sebuah surat keterangan yang dikeluarkan pada tanggal 27 Juni 2021 dan ditandatangani oleh dokter Hj. Iis Kusmawati, M,Kes dengan pemeriksa Ririn Risnawati Amd.

surat keterangan dari puskesmas

Tim menanyakan kepada keluarga pasien yakni Dedih Herdianto, apakah saat Pak Didin dinyatakan positif terpapar dan kemudian diminta menandatangani surat kesanggupan isolasi mandiri diperlihatkan surat tersebut.? Dia menjawab tidak, karena pada waktu itu hari Minggu sehingga tidak bertemu dokter di puskesmas Cikijing.

Dedih juga mengatakan bahwa dia bersama Bapaknya hanya sekitar 1 jam berada di puskesmas Cikijing, setelah diperlihatkan hasil swab dari sebuah alat yang menurut petugas hasilnya positif, kemudian dia menandatangani surat pernyataan kesedian isolasi mandiri dan pulang.

(Tim Investigasi matamaja)

World of Tanks

Topik Hangat