by

Polresta Mojokerto Ciduk Curanmor Bersenpi Dalam Operasi Pekat Semeru 2021

-HUKUM-100 views

matamaja – Mojokerto. Polresta Mojokerto Kota khususnya jajaran satuan reserse kriminal dan satuan Sabhara menginformasikan terkait dengan rekapitulasi hasil dari operasi penyakit masyarakat atau operasi pekat Semeru 2021 yang dilaksanakan mulai tanggal 22 Maret 2021 – 2 April 2021.

Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi mengatakan, dari penentuan target operasi sebanyak 7 target. Syukur Alhamdulillah semuanya bisa terungkap dan ternyata surplus.

“Dari 7 target yang ditentukan ternyata menghasilkan 16 kasus dengan jumlah tersangka 18 orang. 3 tersangka diantaranya adalah wanita, dari 18 kasus tersebut, kasus threesome ada sebanyak 1 kasus, kemudian perjudian 12 kasus berupa judi togel, kartu remi maupun kartu lintrik. Kemudian kasus premanisme sebanyak 2 kasus dan senjata api 1 kasus,” ujarnya, Jumat (9/4/2021) di Mapolresta Mojokerto Jalan Bhayangkara Nomor 25 Kota Mojokerto.

Lebih lanjut dikatakannya, jadi senjata api ini diperoleh dari tersangka yang berinisial S di Pasuruan karena saat itu akan melakukan perbuatan curanmor di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota, terhadap tersangka dilakukan penangkapan dan hasilnya terdapat barang bukti senjata api kemudian dengan kunci letter T nya.

“Kemudian untuk kasus senpi sendiri sudah dilakukan pengecekan di lab forensik dan dinyatakan senpi aktif untuk digunakan penembakan. Senpi ini aktif sehingga bisa diproses terhadap yang bersangkutan berdasarkan pasal 1 undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman setinggi-tingginya 20 tahun. Tentunya ketika berhadapan dengan petugas, Senpi ini akan digunakan jadi yang bersangkutan ini pernah menjadi residivis peristiwa perampasan motor. korbannya polwan di Pasuruan pada tahun 2017,” jelasnya.

Sementara itu menurut keterangan tersangka Curanmor yang menggunakan Senpi rakitan yang berinisial S mengatakan, saya menemukan senpi tersebut saat ada kejadian maling sapi. Saya belum pernah memakainya untuk menembak.

“Hanya saya buat jaga-jaga saja saat saya sedang mencuri sepeda motor,” ujar Tersangka S

(Humas polri)