by

“Jembatan Cinta” Tempat Eksotis di Wado, Kini Dipenuhi Sampah

-Daerah, Wisata-312 views

matamaja- Sumedang. “Jembatan Cinta” itulah nama lokasi pesisir pantai waduk jati gede yang berada di lokasi Kecamatan Wado Kabupaten Sumedang, tempat wisata yang selalu ramai di kunjungi orang – orang yang mau bermain dan melihat luasnya waduk jati gede. Bagi Masyarakat sekitar, waduk Jatigede sering disebut dengan laut dan tepiannnya disebut dengan pantai

Tiap hari, pagi, siang maupun sore lokasi jembatan cinta selalu ramai di kunjungi, baik tua ataupun muda selalu menyempatkan beristirahat di lokasi pesisir tersebut. Dengan jembatan yang panjang dan lebar dua arah, sangat cocok untuk sejenak mampir beristirahat sambil melihat – lihat luasnya pantai ditengah daratan tersebut.

Akhir – akhir ini, Suasana pantai, setelah air mulai penuh kembali sampai ke bawah kolong jembatan Cinta, sekitar pantai di penuhi sampah – sampah yang tidak tahu dari mana datangnya, hampir seputar pantai dipenuhi sampah plastik,dan sampah rumah tangga.

Tim matamaja, hari Selasa, tgl 23 maret 2021 datang berkunjung dan berwisata sambil memantau kondisi pantai Jembatan Cinta Waduk Jatigede. sekaligus minta tanggapan kepada masyarakat sekitar yang ada di lokasi. Sebut saja (AA.S ) mengungkapkan ” Sampah – sampah ini, terbawa dari derasnya air dari hulu -hulu sungai yang bermuara ke Waduk jati Gede, di tambah ,sampah dari lingkungan sekitar yang kadang kala buang sampah sembarangan. Sebelum musim hujan, areal ini kering dan seputar pesisir kering tidak ada airnya. Mungkin tidak sengaja buang sampah sembarangan di areal Pesisir pantai Jatigede ini. Setelah musim hujan sekarang air penuh, semua sampah terangkat ke permukaan” Ungkapnya”

Harapan (AA.S) semoga Pemkab Kabupaten Sumedang, Muspika, Penggiat Peduli Lingkungan dan Masyarakat Sekitar wilayah Kecamatan Wado, bisa cepat bergerak untuk membersihan sampah – sampah tersebut, takutnya menimbulkan penyakit dan mengurangi keasrian serta keindahan Jembatan Cinta. Bahkan dapat menimbulkan bencana lingkungan lainnya” Pungkas Aa

*Penulis : D Rusdi/Bagas