by

Peserta Latsar CPNS Terima Pembekalan Dari Sekda Kuningan

-DAERAH-20 views

matamaja.com – KUNINGAN, –  “Praktik terbaik menjadi ASN profesional adalah memberikan teladan dengan melakukan hal-hal yang baik,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si saat memberikan pembekalan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Angkatan III dan Angkatan IV Tanggal 21 s.d 28 September 2022 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan Tahun 2022, bertempat di Aula Graha Sajati BKPSDM Kuningan, Senin (26/9/2022). 

Dalam arahan nya, Sekda Kuningan menjelaskan bagaimana caranya kita menjadi ASN yang Profesional, minimal ada 10 (sepuluh)  cara yang perlu dilakukan, diantaranya, memiliki  sikap positif terhadap pekerjaan yaitu jangan banyak mengeluh atas pekerjaan anda, Love What You Do, Do What You Love. Mahir dalam bidang studi,  kalau anda lulusan ilmu komputer, terus perdalam ilmu tersebut, ikuti perkembangan zaman, karena ilmu itu dinamis.

“Dan memiliki kemampuan Communication skills (lisan/tulisan) tentu dengan belajar berbahasa formal yang baik, serta belajar juga cara berkomunikasi dengan berbagai kalangan.Tak ketinggalan pentingnya  Interpersonal Skills, ini merupakan suatu seni yang hanya bisa diperoleh melalui pengalaman dan keinginan kita untuk belajar,”ungkapnya.

Ia juga menuturkan untuk memiliki percaya diri,  penting dilakukan tetapi jangan berlebihan.  Perlu berpikir kritis dan memiliki kemampuan menyelesaikan masalah, ini juga perlu anda kembangkan dengan banyak mengamati bagaimana orang-orang di sekitar anda menyelesaikan masalah, ambil yang baiknya, yang tidak baiknya tinggalkan.

Adaptif, hal ini menunjukan ASN  itu harus bersedia ditempatkan dimana saja, pekerjaan lapangan atau pekerjaan di belakang meja, semua harus dikuasai.  Bisa motivasi diri,  penting untuk menjaga profesionalisme kita dalam bekerja supaya dapat berkinerja tinggi.

“Memiliki Leadership, kepemimpinan biasanya akan lebih terlihat untuk orang orang yang senang berorganisasi, coba mulai sekarang ikut organisasi apapun, di sana anda dapat mengembangkan diri dan kepemimpinan anda,”katanya.

ASN sebagai profesi ini, dikatakan Sekda,  dibagi menjadi  Pegawai Negeri Sipil (PNS)  dan pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). dan untuk kedudukan jabatannya ada tiga, yaitu Jabatan Pimpinan Tinggi, Jabatan Administrasi, dan Jabatan Fungsional.

“Pola yang digunakan untuk memberikan promosi dan mempekerjakan pada pegawai  sekarang ini Sistem Merit, yaitu kebijakan proses mempromosikan dan mempekerjakan pegawai  berdasarkan kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan,  artinya jabatan haruslah diisi oleh orang – orang terbaik karena kualitas dan kemampuannya,”katanya.

Tentunya Sistem Merit ini didasarkan pada kualifikasi, kompetisi dan kinerja secara adil dan wajar dengan tanpa membedakan latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status pernikahan dan umur.

Tak kalah penting  Sekda mengingatkan pentingnya Teamwork, kerjasama dalam tim sangat dibutuhkan karena kerja asn itu bukan kerja perorangan, egoisme pribadi harus dikesampingkan.

Selain itu menyampaikan, kita harus lebih banyak mendengarkan orang lain daripada berbicara dan menghormati setiap  orang di level apapun pekerjaannya. Apalagi jika kalian sudah menjadi pimpinan lebih banyak mendengar lebih baik daripada lebih banyak bicara, bahkan ada pepatah yang mengatakan Tuhan memberikan kita satu mulut dan dua telinga, lebih banyak telinga supaya kita lebih baik mendengarkan, daripada menggosip.

Salah  satu cara untuk mengembangkan interpersonal skill,  Sekda mengingatkan bagaimana kita berkinerja itu tidak melulu selesai pekerjaan tetapi membangun relasi yang baik dengan rekan sekerja kita juga open timing agar suasana kerja tetap kondusif.

Sekda selalu mengingatkan juga pentingnya disiplin, hal ini  mudah diucapkan sulit dilaksanakan, hanya niat kuat dan komitmen tinggi,  maka anda bisa mendisiplinkan diri dengan diawali mempelajari  struktur organisasi,  bangun kolaborasi.  Ikuti aturan yang berlaku di organisasi anda. Begitu juga harus memiliki etika,  untuk itu harus menjadi  filosofi dasar kita dalam bekerja yang membentengi kita dari penyimpangan, jadi pelajari dan ikuti dengan baik.

“Jadilah teladan dengan cara melakukan secara konsisten hal-hal yang baik, tidak perlu mengajari orang lain.  biarkan orang lain melihat teladan yang kita lakukan secara konsisten, secara lambat laun orang-orang akan melakukan yang kita biasa lakukan,”katanya.

Jika terjadi hal yang buruk dalam pekerjaan anda, Sekda Kuningan menguatkan untuk bersabarlah banyak berdoa dan mendekatkan diri pada Allah.  Kegagalan adalah sesuatu yang biasa, segera bangkit, move on dan belajar dari kesalahan.

Ia menambahkan,  bahwa orang cerdas yaitu mampu menyesuaikan/beradaptasi dengan perkembangan sekarang. Disinilah kita harus belajar berada dalam suatu organisasi lingkungan kerja.

“Itulah best practice/praktik terbaik menjadi ASN yang profesional, coba renungkan yang baiknya silakan anda adopsi atau anda mengembangkan sendiri sebagaimana pengalaman anda yang penting tidak menyalahi etika yang berlaku,” terang Sekda. (Bid IKP/ Diskominfo)