by

Pembangunan Rabat Beton Diduga Sarat Korupsi

-Daerah-687 views

matamaja – Majalengka. Program Dana Desa (DD) Tahun anggaran 2020 tahap II yang dalam pelaksanaan salah satunya direalisasikan untuk pembangunan jalan dengan metode rabat beton. Menurut sumber dari masyarakat bahwa pekerjaan rabat beton itu hasilnya tidak memuaskan, itu terbukti hanya dalam hitungan waktu 6 (enam) bulan saja kondisi jalan tersebut sudah mengalami kerusakan atau amburadul, padahal Jalan itu tidak dilalui oleh kendaraan berat seperti mobil.


Dari hasil investigasi Tim matamaja.com dilapangan yang dengan disertai data foto, di duga bahwa pekerjaan rabat beton ini tidak sesuai RAB ataupun spesifikasi tekhnis yang sudah ditetapkan standar oleh PU. dari mulai onsite material hingga ada dugaan meangurangi kualitas pekerjaan sehingga bermuara dan terindikasi merugikan keuangan Negara sebagaimana telah tertuang dalam UU Anti Korupsi.


Bahkan dugaan adanya unsur korupsi ini diperkuat oleh pengakuan salah satu warga yang bisa dipercaya “Bahwa menurut sepengetahuannya anggaran Dana Desa tahun 2020 tahap II yang dikeluarkan untuk pekerjaan rabat beton ini senilai 43 juta Rupiah, dan laba (hasil kelebihan anggaran yang sudah ditentukan) dari pekerjaan ini senilai 20jt rupiah yang ternyata uang laba 20jt rupiah tersebut dibawa kabur oleh salah satu oknum Karang Taruna Desa Dawuan.


Dengan temuan adanya dugaan korupsi pekerjaan rabat beton, BPD sebagai Lembaga di Desa yang salah satu fungsinya sebagai Lembaga Pengawasan pelaaksanaan pembangunan Desa. BPD melalui Ketua nya Ustadz Yunus ketika dimintai keterangan terkait temuan dilapangan, pa Ustadz mengatakan “Bahwa saya selaku Ketua BPD sama sekali tidak tahu dan tidak mengerti apakah pekerjaan tersebut yang dilaksanakan oleh TPK itu “BENAR” atau “SALAH”, karena dengan dilaksanakannya saja menurut saya itu sudah benar, tapi kalau secara teori dan secara tekhnis bahwa pengerjaan ini dianggap “salah” itu saya tidak mengerti, karena memang BPD tidak dibekali pengetahuannya, tidak seperti Kepala Desa yang telah dibekali pengetahuannya dengan adanya program BIMTEK. Bahkan BPD kalaupun ada kejanggalan dalam program pembangunan di Desa, BPD bingung harus lapor kemana” pungkasnya.


Ketua TPK yang juga sebagai Ketua LPM (Didi Ardi) atau yang nama akrabnya Ending, ketika hendak dimintai keterangan terkait hasil temuan Tim matamaja.com karena dalam hal ini TPK sebagai Pelaksana Kegiatan atau tim tekhnis yang bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaannya. Tim matamaja.com sudah dua kali mencoba untuk menemui ke kediaman Ketua TPK yg berada di blok Jombol Desa Dawuan, Ending selalu tidak ada ditempat.

Kepala Desa Dawuan, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka Abdul Rohiman Baihaqi sebagai pejabat pengguna anggaran yang bertanggung jawab kepada hasil semua program pembangunan di Desa, yang anggarannya bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun anggaran 2020 tahap II. Dimana sebagai pemegang amanah daripada Undang-Undang Desa, bahwa pembangunan yang dilaksanakan harus epektif, efisien, ekonomis, akuntable, transfaran, dan berkeadilan.


Ketika Kepala Desa hendak dimintai keterangan oleh Tim matamaja.com dikantor Desa Dawuan terkait temuan adanya dugaan Korupsi di pekerjaan rabat beton. Beliau (Kuwu Iman) seperti tidak fokus dan terkesan menghindar dari Tim matamaja.com, Kuwu Iman beralasan lagi banyak pekerjaan “saya sedang sibuk” sambil tak lepas dari memainkan HP nya. sehingga Tim matamaja.com tidak memperoleh Keterangan sedikitpun dari Kuwu Iman tentang perihal permasalahan hasil pekerjaan rabat beton tersebut. (tim)