by

Peloroti Celana di Tempat Hajatan, Teman Dibunuh

-HUKUM-169 views

matamaja – LAHAT. Minggu (22/2/2021) di Desa Batay, Kecamatan Gumay terjadi peristiwa berdarah dimana Darsan (45) tewas. Pria malang itu tewas setelah ditikam Junaidi (44), yang merupakan teman sejak Darsan sejak kecil.

Junaidi yang kini sudah mendekam di ruang tahanan Polsek Kota Lahat khilaf karena korban memeloroti celana tersangka di tempat hajatan. Dua bulan berlalu pasca kejadian, kini pelaku Junaidi masih mendekam dibalik terali besi Polsek Kota Lahat.

Diterangkan Kapolres Lahat, AKBP Achmad Gusti Hartono SIK, melalui Kapolsek Kota Lahat, Iptu Irsan Rumsi SE, mengatakan jika perkembangan kasus pembunuhan di Lahat ini.

Bberkas perkara terhadap Junaidi saat ini sudah di tangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Lahat dan tinggal menunggu P21. “Prosesnya saat ini masih nunggu P21” sampai Irsan, Kamis (8/4/2021).

Diungkapkan Irsan, selama berada di penjara Polsek Kota Lahat Junaidi berkelakuan baik. Selain rajin beribadah, ia juga sering terdengar dan terlihat membaca Al Quran surat yasin. Dikatakanya, meski begitu menyesal, namun tampak Junaidi begitu tegar menghadapi prosea hukum yang ia jalani saat ini. “Kelurganya juga sering datang ke sini untuk membawakan makanan dan pakaian bersih. Sejauh ini ia baik didalam tahanan,” ujarnya.

Sementara itu, Junaidi saat dibincangi masih mengungkapkan penyesalan yang mendalam atas peristiwa pembunuhan yang ia lakukan terhadap teman kecilnya tersebut. Yang sangat membuatnya menyesal kenapa Darsan harus tewas di tangannya.


Namun dikatakanya nasi sudah menjadi bubur. Dari hati yang paling dalam, Junaidi menghaturkan permohonan maaf yang sedalam dalamnya kepada korban dan keluarga yang kini ditinggalkan. Selama berada dalam penjara, kata Junaidi, selalu terselip doa semoga almarhum Darsan, mendapatkan tempat yang layak dan husnul khotimah.

“Ngape nian die nak matek ditangkan ku. Dan ngape nian pas malam kejadian aku dide pacak nahan emosi,” ujarnya dengan menggunakan bahasa Lahat, yang berarti kenapa Almarhum Darsan meninggal di tanganku. Dan kenapa pula aku tidak bisa menahan emosi. Sebelumnya, Pada Minggu (21/2/2021) pelaku dan korban sama berada di rumah salah seorang warga yang menggelar hajatan di Desa Batay.


Untuk diketahui juga, jika Junaidi sebelum pinda ke Desa Batay tinggal di Desa Sugiwaras satu desa dengan Darsan. Saat bertemu di lokasi hajatan korban tiba-tiba meloroti celana pelaku hingga sebatas lutut. Merasa malu dan menganggap candaan korban terlalu, pelaku seketika mengeluarkan senjata tajam jenis kuduk yang ada di pinggangnya.

Gelap mata, pelaku menghunuskan sajam tersebut ke dada korban hingga tewas di lokasi. Dikatakan Junaidi, saat korban meloroti celananya kondisi lagi ramai karena pada malam itu yang punya hajat sedang mempersiapkan masakan untuk acara hajatan.

Selain malu karena dia sudah tua dan punya anak tiga, dua teman korban yang ada saat kejadian tertawa. Saat itu juga tidak ada pikiran lain selain kesal kepada korban. “Saya juga sesalkan kenapa dua teman korban saat saya mencabut pisau tidak berusaha melerai sehingga saya gelap mata,” kata Junaidi. (humas polri)