by

Minibus Terperosok Jurang Sedalam Lima Meter

-Daerah-207 views

matamaja – Majalengka. Mobil minibus Nopol B 1708 KIS yang di tumpangi tiga orang perempuan terperosok ke dalam jurang sedalam lima meter. Minibus tersebut, melaju dari arah Sumedang menuju Majalengka dengan tujuan menjenguk Saudara yang meninggal.

Korban yang menjadi pengemudi bernama Euis Suwarsih, warga Kabupaten Sumedang. Kecelakaan tunggal ini terjadi pada hari sabtu pagi Sabtu 20/03/2021 sekitar Jam 07.00. Mobil terjun kejurang dengan kedalaman lima (5) meter dari bibir jalan, diduga karena pengemudi sopir belum mengetahui dan menguasai medan jalan, serta di lokasi kejadian Jalan provinsi Desa Dayeuh Wangi, tersebut tidak ada pembatas jalan, walaupun di pinggir sepanjang jalan terdapat jurang agak dalam sekitar lima meter.

Awak matamaja mengkonfirmasi kronologis kejadian kepada Personil Laka Lantas Dari Polsek Lemah Sugih Kabupaten Majalengka yang berada di TKP, Bripka IWAN R.F mengatakan” Menurut keterangan warga sementara ini, kejadian terjadi Pukul 07.00 WIB, sopir bernama Euis Suarsih warga Sumedang. Mobil melaju dari arah Sumedang menuju Desa Dayeuh wangi, Kecamatan Lemah Sugih, Kabupaten Majalengka, dengan tujuan menjenguk keluarga yang meninggal.” ungkapnya

“Penumpang berjumlah tiga orang ,semua perempuan termasuk sopir, tidak ada korban jiwa atas laka ini cuman luka ringan saja. Dan sekarang korban sudah di tangani oleh pihak puskesmas terdekat, kerugian materil yang terlihat sementara adalah keca depan pecah dan bodi kendaraan rusak. Rincian pastinya belum terverifikasi, sebab kami fokus untuk evakuasi mobil agar terangkat ke bahu jalan. Dugaan sementara penyebabnya adalah karena sopir belum mengenal dan tahu medan jalan yang dilaluinya. Untuk penyelidikan selanjutnya akan di lanjutkan setelah evakuasi selesai” jelasnya

Evakuasi Mini bus yang masuk jurang kedalaman Lima (5) meter di lakukan secara manual, oleh tiem Personil Laka Lantas Kecamatan Lemah Sugih, di bantu Warga masyarakat Dayeuh wangi, dengan antusias warga sigap membantu proses evakuasi di TKP.

Tanggapan warga masyarakat yang bernama Arif, menuturkan ” kecelakaan ini sering terjadi, yang saya tahu pasti sudah dua kali terjadi kendaraan roda dua masuk jurang tepat di lokasi ini. Hal ini disebabkan tidak adanya pembatas dan pelindung pinggir jalan, TPT tidak di bangun dan rambu – rambu lalulintas pun tidak ada. Padahal jalan ini masuknya jalan Provinsi “. Arif berharap agar pihak terkait segera membangun pembatas jalan dan menempatkan rambu-rambu lalulintas agar kejadian ini tidak terulang lagi. (D. Rusdi)