by

Menanti Sanksi Untuk Kades Yang Biarkan Bendera Robek

Shopee Indonesia

matamaja – Majalengka. Bendera robek dan lusuh yang dibiarkan berkibar tanpa perhatian menyebabkan dua putra bangsa berselisih hingga berujung penindakan hukum. Hal tersebut disebabkan kelalaian seorang kepala Desa Mekarwangi beserta jajaran perangkat desa yang tak menghargai makna bendera merah putih

Jejen Zaenal Mutakin, kades Mekarwangi mengakui kelalaian dirinya dan jajaran perangkat desanya yang membiarkan bendera tersebut lusuh dan robek dalam sebuah keterangan pers kepada salah satu media saat berada di Mapolres Majalengka. Kamis (1/7/2021)

Sebuah kejadian yang sangat miris, dana lebih dari satu miliar rupiah digelontorkan oleh pemerintah setiap tahun ke Desa Mekarwangi tak mampu membuat Sang Merah Putih dihargai Kepala Desa dan jajarannya. Dengan harga yang tak seberapa, Sang Merah Putih dibiarkan merana . Padahal saat Kepala Desa dan perangkatnya sekolah, mereka diajarkan tentang bagaimana perjuangan para pahlawan yang mengorbankan darah dan nyawa agar Indonesia merdeka dari penjajahan sehingga Sang Merah Putih gagah berkibar sebagai sebuah simbol kedaulatan Indonesia

Lusuh dan robeknya bendera tersebut diduga karena tidak pernah diturunkan dan dibiarkan berkibar siang dan malam dalam kurun waktu yang lama, namun jika dugaan tersebut salah maka Kades dan jajaran perangkat desa sengaja mengibarkan dan menurunkan bendera yang telah lusuh dan robek tersebut. Hal tersebut akan terjawab ketika aparat penegak hukum melakukan penyidikan atas kejadian tersebut

Kita tentu ingat aksi heroik pada kejadian peringatan HUT RI ke 73 di NTT, tepatnya  di desa Silawan, kecamatan Tasifeto, kabupaten Belu, sekitar 14 kilometer dari Atambua. Seorang bocah SMP bernama Yohanis Gama Marschal Lau nekat menaiki tiang bendera saat tali bendera putus dengan tambang pengerek di tiang bendera, dengan gagah berani bertaruh nyawa mengambil resiko terjatuh dan tiang patah untuk mengambil ujung tali tempat ikatan Sang Merah Putih. Aksi ini demi membela Sang Merah Putih agar berkibar di tanah tercinta Indonesia

Berikut Videonya, Jangan Lupa subscribe

Dalam Pasal 67 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan dijelaskan sebagai berikut :

Dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah), setiap orang yang:

  1. dengan sengaja memakai Bendera Negara untuk reklame atau iklan komersial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf b;
  2. dengan sengaja mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf c;
  3. mencetak, menyulam, dan menulis huruf, angka, gambar atau tanda lain dan memasang lencana atau benda apapun pada Bendera Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf d;
  4. dengan sengaja memakai Bendera Negara untuk langit-langit, atap, pembungkus barang, dan tutup barang yang dapat merendahkan kehormatan Bendera Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf e.

Jika mengacu pada ayat 2 pasal 67 undang-undang tersebut, sangat pantas jika oknum Kades beserta perangkatnya tersebut diganjar dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). Agar dia sadar dan mengerti tentang menghormati dan menghargai Sang Merah Putih

Kita dorong dan nantikan tindakan tegas aparat penegak hukum dalam menyikapi kejadian ini, agar kejadian serupa tak terulang dimanapun diseluruh Indonesia (redaksi)

World of Tanks

Topik Hangat