by

Kenapa Syiah di Iran-Irak Mengagungkan Hari Asyura 10 Muharram?

Matamaja.com//Dunia lslam — Umat muslim syiah di Irak dan Iran serta sejumlah negara lain merayakan peringatan Asyura besar-besaran pada 10 Muharram penanggalan Hijriah atau bertepatan hari ini, Senin (8/8).

Sebagaimana diberitakan Anadolu Agency, mayoritas warga syiah Iran merayakan acara Asyura selama sepuluh hari pada Muharram. Acara ini biasanya dilakukan di aula doa dan dihadiri oleh banyak orang.

Sementara itu, perayaan Asyura di Irak diramaikan dengan festival di Kota Karbala, di mana kebanyakan pengunjung mengenakan pakaian hitam-hitam, dikutip dari Al-Jazeera. Tak hanya itu, drama publik, pawai, dan prosesi besar-besaran juga diadakan di Irak dan Iran untuk merayakan Asyura.

Middle East Eye melaporkan kaum syiah biasanya menampilkan kembali peristiwa pertempuran Hussein dalam perayaan Asyura. Kala itu, Hussein dan pengikutnya bertempur melawan pasukan Umayyad, yang setia dengan Khalifah Yazid I.

Tak hanya dipenuhi pawai dan drama publik, beberapa daerah masih melangsungkan budaya tatbir. Dalam kegiatan tersebut, jemaah menggunakan pisau, rantai, atau benda lain untuk menyakiti diri sebagai simbol pengorbanan dan perjuangan.

Namun, praktik ini ditentang oleh banyak ulama. Sejumlah umat kemudian memutuskan berduka dengan cara lain, seperti melakukan donor darah. Kenapa umat syiah di Iran dan Iran dan sejumlah negara amat mengagungkan perayaan Asyura?

Sebagaimana dilansir Anadolu Agency, umat Muslim syiah biasanya mengadakan peringatan berkabung dan dihadiri banyak orang. Perayaan itu dilakukan untuk memperingati mati syahid cucu dari Nabi Muhammad, Imam Hussein, yang tewas dalam pertempuran di Kota Karbala, Irak, pada 680 Masehi.

Bagi umat syiah, Hussein adalah Imam atau pemimpin umat Muslim setelah Nabi Muhammad. Tak hanya itu, kematian Hussein menunjukkan pengorbanan tertinggi untuk mendapatkan keadilan dan kebenaran. Pertempuran tersebut menjadi salah satu alasan terpisahnya umat Muslim syiah dan sunni.

(@aher/TBNews)