by

Dokter-dokter Pakistan Apresiasi Tinggi Pelayanan Kemanusiaan Tim Medis Indonesia

Matamaja.com//Sindh, Pakistan – Pada hari ke-19, Tim Medis Indonesia mengakhiri pelayanan kesehatan untuk warga Pakistan korban banjir. Mereka mengungsi di tent city Bin Qasim di Distrik Malir, Provinsi Sindh. Di hari terakhir, Jumat (28/10), lebih dari 170 kunjungan ke tenda BNPB.

Pelayanan kemanusiaan mendapatkan apresiasi dari para dokter Pakistan. Hal ini disampaikan beberapa dokter saat bersama-sama berada di tent city Bin Qasim. Dokter Sidra Hassan seorang paediatrician menyampaikan momen ini merupakan pengalaman berharga untuk bekerja sama dengan dokter-dokter Indonesia.

“Mereka sangat baik dan merawat pasien dengan penuh dedikasi dan pengabdian,” ujar dr. Sidra, Jumat (28/10).

Sedangkan seorang dokter dermatologist, dr. Vardah Ghazanfar, menyampaikan ungkapan yang sama mengenai dedikasi dan pengabdian Tim Medis Indonesia selama di tent city.

“Saya berterima kasih atas pengabdian mereka di antara para penyintas yang berada pada masa-masa sulit,” ujarnya.

Dokter lainnya, dr. Saubia Adnan mengungkapkan apresiasinya dengan menyampaikan bahwa tim medis Indonesia menunjukkan dedikasinya dengan sangat baik.

“Mereka juga membantu para pasien untuk pemberian pengobatan yang baik, yang telah mereka siapkan,” ujar dokter gynaecologist ini.

Di sisi lain, Deputi Dinas Kesehatan Distrik Malir dr. Farooq Chandio mengatakan timnya dan masyarakat bersyukur atas karya kemanusiaan Tim Medis Indonesia.

“Terpanggil untuk melayani dan membantu saudara-saudara muslim yang terdampak banjir, saya sangat berterima kasih dari hati kami kepada rakyat dan Pemerintah Indonesia,” ujar dr. Farooq.

Sementara itu, seorang warga bernama Hasnain yang memeriksakan diri di tenda BNPB menyampaikan terima kasih atas pengobatan dari Tim Medis Indonesia. Ia merupakan satu dari ribuan warga Pakistan korban banjir mengungsi sementara di tent city Bin Qasim.

“Saya sangat terbantu dengan pengobatan gratis dari Indonesia. Terima kasih,” ujarnya, Kamis (27/10).

Penyintas ini memeriksakan diri setelah terkena gejala infeksi saluran pernafasan akut atau ISPA. Ia menginformasikan banyak dari mereka mengalami gejala ISPA. Hasnain pun kemudian mendapatkan obat yang telah disiapkan oleh apoteker di tenda Tim Medis Indonesia.

Catatan Tim Medis Indonesia menyebutkan sebanyak 179 warga melakukan kunjungan selama Jumat kemarin. Total kunjungan sejak pelayanan mulai dari Distrik Mirpur Khas hingga hari itu (28/10) di Malir mencapai 6.503 orang. 

Ketua Tim Bantuan Kemanusiaan Yusrizal menyampaikan pada Jumat kemarin, dua penyakit yang mendominasi yaitu febris 89 kasus dan penyakit kulit 33. Sedangkan penyakit lainnya umumnya juga ditemui pada kondisi pengungsian, seperti ISPA, myalgia atau diare.

Yusrizal yang juga menjabat Direktur Fasilitasi Penanganan Korban dan Pengungsi BNPB mengatakan belum ada warga yang ditangani tim medis yang dirujuk ke rumah sakit setempat. Selain, mereka yang sakit, sebanyak 8 warga memeriksakan kandungannya.

Total kunjungan ibu hamil dari tanggal 11 hingga 28 Oktober 2022 sebanyak 138 orang,” ucapnya.

Yusrizal menambahkan hari Jumat ini (28/10) merupakan hari terakhir Tim Medis Indonesia memberikan pelayanan kesehatan kepada warga Pakistan terdampak banjir di Bin Qasim. Mereka akan Kembali ke Tanah Air pada awal November nanti. Sebelum kembali, tim akan melakukan evaluasi dan seremoni atas undangan otoritas Pakistan.

(@aher/bmpb.go.id)