by

CV. DEMEN, SUDAH KERJAKAN PROYEK ASAL – ASALAN, DI DUGA SARAT KORUPSI… LAGI

-Daerah-73 views

matamaja.comMajalengka. Pembangunan rehabilitasi jalan poros Bangbayang – Girimukti yang menghubungkan dua wilyah Kecamatan Lemahsugih dan Malausma ,Kabupaten Majalengka dengan anggaran dana 198.275.000 yang bersumber dari DAU Perubahan Tahun Anggaran 2020 dengan No Paket VXII (Lima Puluh Dua ) dengan lingkup kerja dari STA 1+800 S/D 2 + 200 ( PJ 1.000 M , LBR 2,00 M : Overlay ) lokasi Lemahsugih, dengan penyedia jasa CV. DEMEN.

Pada pelaksanaannya di duga asal jadi dan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis serta RAB dari mulai on side matrial sampai teknis pengerjaan. Menurut sumber yang tidak mau di sebutkan namanya ,” belum saja satu bulan jalan sudah mengelupas dan di tumbuhi rumput yang kalau di lalui motor saja jalan itu bergerak , apalagi kalau mobil yang lewat langsung amblas ,kami sebagai masyarakat jelas merasa kecewa karena jalan yang di harapkan bisa memperlancar dan mempermudah aktivitas kegiatan dalam keseharian kami , baru saja di bangun sudah mulai rusak lagi padahal akses jalan ini penting bagi kami ,”.ungkapnya .

Masih menurut sumber, bahwa pihak dari pengawas UPTD sudah memberikan teguran kepada pihak penyedia jasa, tapi tidak di gubris. Ketika matamaja.com mengirim surat konfirmasi ke pihak penyedia jasa CV.DEMEN terkait dengan temuan dan pengaduan dari masyarakat sampai berita ini di turunkan, tidak memberikan jawaban.

Ketua DPD Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) Majalengka Aang Lukmawan ,ketika di mintai pendapatnya terkait proyek asal asalan ini pada hari Sabtu (06/02/2021), berharap kepada pihak dinas PUTR agar memberikan sanksi yang keras dan tegas serta mem blacklist penyedia jasa yang nakal dan terindikasi merugikan keuangan negara serta tak tau aturan ini. “Dan kepada pihak dinas nya sendiri khususnya PPHP (Pejabat/Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan) bisa bekerja secara profesional karena saudara-saudara ini di samping punya tanggung jawab secara administrasi, teknis, juga tanggung kepada hukum, moral, masyarakat dan kepada Allah SWT, dan jangan sampai PPHP di plesetkan menjadi PEJABAT/ PANITIA PENANDATANGANAN HASIL PALSU” Ujarnya geram. (A.S)