by

Bos Dipecat Elon Musk, Manajemen Twitter Ramai-ramai Resign

Matamaja.com//Kabar Dunia – Para pegawai Twitter ramai-ramai resign. Keputusan tersebut diambil tak lama setelah pemilik baru Twitter, Elon Musk, mengambil alih perusahaan dan memecat Chief Executive Twitter Parag Agrawal, Chief Financial Officer Ned Segal dan Kepala Urusan Hukum dan Kebijakan Vijaya Gadde pada Kamis (27/10).

Diberitakan Reuters, Kepala Periklanan dan Pemasaran Twitter keluar dari perusahaan setelah Elon Musk menjadi bos Twitter. Ada juga Chief Costumer Officer, Sarah Personette, yang mengumumkan resign melalui cuitan pada Selasa (1/11).
Selain itu, Chief People and Diversity Officer, Dalana Brand, mengumumkan pengunduran diri pada sebuah unggahan di LinkedIn miliknya, Selasa (1/11). Manajer umum untuk teknologi inti, Nick Caldwell, juga mengkonfirmasi kepergiannya dengan mengubah bio profil menjadi ‘mantan eksekutif Twitter’.
Tak berhenti di situ, Chief Marketing Officer Leslie Berland, Kepala Produk Twitter Jay Sullivan, dan Wakil Presiden Penjualan Global Jean-Philippe Maheu juga turut mengundurkan diri.

Ramainya pegawai yang resign bisa menjadi sebuah ketidakpastian pengiklan tentang bagaimana arah perusahaan di bawah kepemimpinan Elon Musk. Adapun tim dari Musk akan bertemu dengan pengiklan di New York minggu ini, karena pelanggan perusahaan semakin gelisah terkait potensi konten berbahaya muncul di sebelah iklan mereka.

Sebuah unit dari perusahaan induk iklan IPG, Mediabrands, telah menyarankan kliennya untuk menghentikan sementara iklan di Twitter untuk minggu depan atau sampai Twitter merincikan rencana untuk melindungi kepercayaan dan keamanan pada platform media sosial tersebut.

Meskipun banyak menerima pencabutan iklan serta kepergian para direksi, Elon Musk berusaha meyakinkan pengiklan dan mengunggah cuitan di Twitter bahwa komitmennya pada keamanan merek tidak berubah, pada Senin (31/10).
Elon Musk juga mengatakan akan membatalkan larangan penggunaan Twitter terhadap mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sebelumnya diblokir karena dikhawatirkan dapat memicu kekerasan lebih lanjut setelah kerusuhan di US Capitol tahun lalu.

(@aher/kumparan.com)