by

BNPB Terima Kunjungan Mahasiswa KKL Universitas Muhammadiyah Prof. Hamka

Matamaja.com//JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencnaa (BNPB) menerima kunjungan mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Muhammadiyah Prof.Hamka dalam rangka meningkatkan pengalaman dan pengetahuan tentang Penanggulangan Bencana.

Dosen dari Prodi Geografi FKIP Uhamka Drs. Fadiarman, M.Pd yang turut mengampu mahasiswa menyampaikan bahwa  materi kebencanaan sudah masuk dalam mata kuliah wajib sehingga kunjungan instansi ini penting untuk menambah wawasan mahasiswa dari praktik pekerjaan di lapangan. Kegiatan KKL diawali dengan pemaparan materi terkait Sistem Informasi Risiko Bencana di Indonesia (inaRISK) dan Kebijakan Sistem Informasi Penanggulangan Bencana.

Plt. Direktur Sistem PB, Dr. Ir. Udrekh, SE, M.Sc dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan KKL merupakan kegiatan yang penting agar para mahasiswa dapat memahami keterkaitan ilmu pengetahuan geografi yang dipelajari untuk di implementasikan dalam bidang penanggulangan bencana.

“Kita di Kedeputian Bidang Sistem dan Strategi memiliki tugas dalam pemetaan risiko bencana, pengembangan strategi, sampai pengembangan sistem yang holistik dan menyeluruh di bidang penanggulangna bencanaā€¯, ujar Udrekh.

“Kami berharap teman-teman mahasiswa yang menekuni bidang geografi dapat membantu dalam penelitian dan pengkajian di lapangan agar hasilnya dapat dimanfaatkan pemerintah dalam perumusan kebijakan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Data dan Sistem Informasi, Pusdatinkomben BNPB, Teguh Harjito, S.Si menjelaskan bahwa Indonesia menjadi laboratorium bencana karena banyaknya kejadian bencana yang terjadi yang dikelompokan dalam bencana geologi & vulkanologi, hidrometeorologi, dan non alam.

Pengelolaan data bencana meliputi data dinamis dan data statis mulai dari pengumpulan data, pengolahan data, verifikasi data bencana, ujar Teguh. BNPB saat ini sedang mengembangkan satu data bencana Indonesia sebagai turunan dari Perpres 39 tahun 2019 agar data bencana dapat dipertanggung jawabkan, mudah diakses, dan berkelanjutan.

Kepala Bidang Pengendalian taktis dan Evaluasi Operasi, dr. Riswandi, MM, dalam pemaparannya menjelaskan terkait tugas Pusdalops dalam penanggulangan bencana. Dalam mendukung fungsi pengendalian operasi terdapat beberapa aplikasi BNPB yang digunakan yaitu inaware, inasafe, inarisk, dan petabencana.id serta aplikasi dari kementerian/lembaga, ujar Riswandi.

Pada kesempatan yang sama Staf Analis Bencana, Didik Kurniawan, S.Kom menjelaskan materi dan mensimulasikan aplikasi inaRISK yang telah dikembangkan oleh BNPB. Aplikasi ini merupakan layanan publik BNPB berbasis smartphone untuk memberikan informasi ancaman bencana disuatu lokasi berdasarkan hasil kajian risiko bencana yang dilengkapi dengan edukasi untuk upaya antisipasinya.

Dalam aplikasi ini banyak fitur yang dikembangkan mulai dari pelaporan kegiatan penanggulangan bencana, penilaian kesiapsiagaan sekolah, evaluasi kegiatan SPAB, penilaian kerentanan bangunan rumah tinggal, survei kerentanan, survei kesiapsiagaan, dan fitur lain yang dapat dimanfaatkan dalam mendukung kegiatan bidang penanggulangan bencana.

Kegiatan KKL di ikuti oleh 3 dosen pembimbing dan 31 mahasiswa semester 5 dari Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Muhammadiyah Prof.Hamka. Selain di BNPB, rangkaian kegiatan KKL juga dilaksanakan di BIG, BRIN, dan BMKG agar dapat mengetahuai proses pengumpulan data, pengolahan, dan diseminasi dan informasi bidang kebencanaan secara menyeluruh. Selain merima pemaparan materi, mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk mengunjungi diorama bencana dan ruang komando Pusdalops BNPB. Dalam sesi penutup, BNPB mengajak dan memberikan kesempatan teman-teman mahasiswa jika tertarik mendalami bidang penanggulangan bencana untuk dapat ikut program magang di unit kerja teknis di BNPB.

(@aher/BNPB)