by

Benarkah Bayi Bisa Merasakan Stres Ibu saat Menyusu?

Matamaja.com//Info Kesehatan – Menyusui menjadi salah satu momen untuk membangun ikatan antara ibu dan bayi. Namun, beberapa ibu yang mengalami depresi pascapersalinan mungkin akan merasa kesulitan bonding dengan si kecil. Tekanan dan perasaan down yang mereka rasakan terkadang juga mempengaruhi caranya dalam menyusui.

Tahukah, Moms? Saat Anda merasa stres saat menyusui, bukan hanya Anda yang merasakan dampaknya, tapi juga bayi Anda. Simak penjelasan selengkapnya sebagaimana dikutip dari Baby Gaga.
Penyebab Bayi Bisa Merasakan Stres Ibu saat Menyusu

Saat berusia tiga bulan, bayi dapat merasakan stres dari orang-orang di sekitarnya, termasuk dari ibunya. Artinya, saat ibu stres, bayi juga ikut stres. Hal itu adalah sesuatu yang tidak hanya mempengaruhi secara emosional, tetapi juga secara fisik.
Sebuah studi tahun 2014 menunjukkan bahwa cara bayi menyadari stres ibunya adalah dengan mengamati wajahnya, mendengar nada suaranya, dan mencium baunya. Karena menyusui merupakan kontak fisik, si kecil pun akhirnya bisa merasakan stres ibu.

Efek Stres Ibu terhadap Kualitas ASI

Ketika ibu yang stres menyusui bayinya, ia akan melepaskan hormon kortisol dalam ASI-nya. Akibatnya, hormon tersebut dapat menyebabkan bayi mengalami stres karena mendorong sinyal neurotransmitter di otak untuk bereaksi. Neurotransmitter merupakan area otak yang mengatur emosi.

Bayi yang menyusu dari ibu yang stres memiliki kadar hormon kortisol 40 persen lebih banyak dalam tubuhnya dibanding bayi yang menyusu dari ibu yang sehat secara mental. Hal itu bisa berdampak pada temperamen bayi. Kondisi ini bisa makin parah jika ibu juga mengalami depresi pascapersalinan karena stres yang dialami bayi bisa bertahan lama.
Menurut sebuah studi tahun 2013, para peneliti menemukan bahwa bayi yang mengonsumsi ASI dengan kadar kortisol tinggi cenderung lebih sulit untuk ditenangkan dan sering terlihat cemas atau takut.
Adapun tanda-tanda lain yang menunjukkan bahwa bayi terpapar hormon stres ibu yaitu sering cegukan, menguap, bersin, mengerutkan kening, tidak mau menatap mata ibu, menggeliat, bertingkah panik, dan mengalami perubahan warna kulit.

(@aher/kumparan.com)