DENPASAR, BUSERJATIM.COM GROUP- Roda mutasi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali berputar. Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo Nomor: ST/99/I/KEP/2026 tertanggal 15 Januari 2026, sejumlah perwira menengah dan tinggi di lingkungan Polda Bali resmi mengalami pergantian jabatan sebagai bagian dari dinamika organisasi dan penyegaran institusi.
Salah satu pergantian strategis tersebut adalah jabatan Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Bali. Jabatan yang sebelumnya diemban oleh Brigjen Pol I Komang Sandi Arsana, S.I.K kini resmi diserahterimakan kepada Brigjen Pol I Made Astawa, S.I.K, sosok perwira tinggi Polri yang dikenal memiliki rekam jejak panjang dan solid dalam penugasan kepolisian.
Penunjukan Brigjen Pol I Made Astawa sebagai Wakapolda Bali menjadi kebanggaan tersendiri, khususnya bagi masyarakat Kerambitan, Kabupaten Tabanan, karena yang bersangkutan merupakan putra terbaik daerah yang kembali dipercaya mengemban amanah penting di tanah kelahirannya. Sebelum menduduki jabatan Wakapolda Bali, Brigjen Pol I Made Astawa menjabat sebagai Wakil Kepala Densus 88 Anti Teror Polri, satuan elit yang memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas keamanan nasional dari ancaman terorisme.
Tak hanya itu, Brigjen Pol I Made Astawa juga memiliki pengalaman kepemimpinan di wilayah Bali. Ia pernah menjabat sebagai Kapolres Badung pada tahun 2009 hingga 2010, sehingga karakteristik wilayah, kultur masyarakat, serta dinamika kamtibmas Bali bukanlah hal baru baginya. Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal kuat dalam mendukung tugasnya sebagai Wakapolda Bali, terutama dalam menjaga stabilitas keamanan daerah pariwisata internasional yang sangat strategis.
Sementara itu, pejabat lama Wakapolda Bali, Brigjen Pol I Komang Sandi Arsana, S.I.K, juga mendapatkan amanah baru dalam struktur Polri. Ia dipercaya menduduki jabatan sebagai Kepala Biro Kurikulum (Karokurlum) Lemdiklat Polri, sebuah posisi penting yang berperan dalam membentuk arah pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia Polri ke depan.
Mutasi ini merupakan bagian dari mekanisme organisasi Polri yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme, memperluas pengalaman tugas perwira, serta memperkuat kinerja institusi dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks. Diharapkan, dengan kepemimpinan baru di jajaran Wakapolda Bali, sinergi internal Polri semakin solid dan pelayanan kepada masyarakat Bali dapat terus ditingkatkan.
Penugasan Brigjen Pol I Made Astawa sebagai Wakapolda Bali sekaligus menjadi simbol bahwa putra daerah mampu berkiprah di tingkat nasional dan kembali mengabdi untuk tanah kelahirannya, membawa semangat pengabdian, integritas, dan profesionalisme bagi institusi Polri dan masyarakat Bali secara luas.







