by

9 Ciri-Ciri Masa Pubertas bagi Anak Laki-Laki

Matamaja.com//lnfotainment – Masa pubertas adalah masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa yang dialami oleh laki-laki dan perempuan. Dibandingkan perempuan, anak laki-laki lebih banyak mengalami perubahan masa pubertas. Salah satu ciri-ciri masa pubertas bagi anak laki-laki adalah mimpi basah.

Selain mimpi basah, anak laki-laki yang memasuki masa pubertas mengalami perubahan pada bentuk wajah hingga suara yang berubah menjadi lebih berat. Lebih lengkap, berikut berbagai ciri-ciri masa pubertas bagi anak laki-laki.
Ciri-Ciri Masa Pubertas bagi Anak Laki-Laki
Sebetulnya, baik anak laki-laki dan perempuan mengalami perubahan yang cukup besar ketika memasuki masa pubertas. Namun, laki-laki lebih berpotensi mengalami perubahan yang cukup signifikan, mulai dari perubahan pada wajah, bentuk tubuh, alat kelamin, hingga suara.
Setiap perubahan pubertas pada anak laki-laki dapat diklasifikasikan menjadi dua macam, yakni perubahan primer dan perubahan sekunder. Menyadur laman Healthline, berikut beberapa pengertian singkat dari perubahan primer dan sekunder.
Perubahan primer adalah perubahan yang ditandai dengan organ kelamin yang telah mampu memproduksi sel-sel kelamin.
Perubahan sekunder adalah perubahan yang ditandai dengan adanya ciri-ciri fisik anak laki-laki, seperti tumbuhnya jakun, dada tampak bidang, dan lain sebagainya.

Lantas, apa saja perubahan masa pubertas dialami oleh anak laki-laki? Menurut National Health Service, berikut informasinya.

1. Bentuk tubuh yang berubah
Ciri-ciri masa pubertas bagi anak laki-laki yang dialami adalah bentuk tubuh berubah. Ada sejumlah karakteristik bentuk tubuh yang berubah, mulai dari lengan dan kaki anak membesar, bahu yang melebar, dan otot yang berlebih. Tidak hanya itu, berat badan anak laki-laki juga bertambah sedikit demi sedikit.

2. Tinggi badan bertambah
Ciri-ciri lainnya adalah tinggi badan bertambah sekitar 7-8 cm di setiap tahunnya. Peningkatan tinggi badan ini dipengaruhi oleh genetik dan makanan yang dikonsumsi. Maka itu, jangan heran apabila kebanyakan anak laki-laki mulai bertambah tinggi ketika memasuki usia 16-17 tahun.

3. Alat kelamin yang mulai membesar
Ketika memasuki masa pubertas, alat kelamin anak laki-laki mulai membesar. Penis juga bertambah panjang dan lembar, sehingga testis yang dimiliki mulai membesar.

Dalam laman Very Well Family, ada beberapa tahapan pubertas anak laki-laki pada alat kelamin yang berkembang sedikit demi sedikit. Tahapan tersebut disebut juga dengan tahap Tanner, berikut informasinya.
Peringkat kematangan seksual.
1. Tahap ini disebut prapubertas, di mana tidak ada perubahan fisik yang terlihat.
Peringkat kematangan seksual.
2. Tahap ini volume dan ukuran testis bertambah, pada bagian ini skrotum menjadi memerah, lebih tipis, dan lebih besar.
Peringkat kematangan seksual.
3. Tahap ini, ukuran dan volume testis terus tumbuh, bahkan penis pun menjadi lebih panjang.
Peringkat kematangan seksual.
4. Tahap ini, testis juga terus tumbuh, sehingga penis kian bertambah panjang dan lebih tebal.
Peringkat kematangan seksual.
5. Dalam tahap ini, ukuran testis sudah seperti orang dewasa atau bervolume lebih dari 20 ml.

4. Mimpi basah
Mimpi basah adalah kondisi saat pria mengalami ejakulasi saat tidur. Mimpi basah pun dapat diartikan sebagai kondisi di mana seseorang mengalami orgasme tanpa disengaja saat tidur karena mimpi yang erotis.
Menyadur Kids Health, penyebab mimpi basah pada anak laki-laki karena tubuh yang mulai memproduksi lebih banyak testosteron. Sebagai informasi testosteron adalah hormon reproduksi yang penting dan umum ditemukan pada laki-laki.

5. Munculnya rambut dan jerawat
Tanda masa pubertas lainnya adalah kemunculan rambut, seperti di bagian wajah dan bagian pubisnya. Kondisi ini terjadi karena hormon di dalam tubuh anak yang mulai diproduksi lebih banyak dan menyebabkan kulitnya menjadi lebih berminyak.

6. Perubahan suara
Salah satu ciri-ciri pubertas anak laki-laki yang paling mudah diamati ialah adanya perubahan suara. Anak laki-laki yang mengalami puber bagian pita suaranya akan mengalami perkembangan, sehingga menyebabkan suaranya menjadi lebih serak, berat dan lebih rendah dari sebelumnya.

7. Ereksi penis
Menyadur laman Very Well Family, ciri-ciri pubertas pada anak laki-laki yang berdampak terhadap penis adalah ereksi tanpa alasan dan bisa muncul kapan saja. Beberapa anak mungkin akan merasa malu, bingung, hingga khawatir ketika melihat penisnya mengalami ereksi untuk pertama kali, terlebih jika terjadi di tempat umum.
Namun, semakin bertambahnya usia, seorang laki-laki akan lebih mahir mengontrol ereksi pada penis.

8. Perubahan bau badan
Ciri-ciri masa pubertas bagi anak laki-laki adalah perubahan bau badan. Kondisi ini terjadi karena kelenjar keringat akan meningkat saat masa pubertas, sehingga memicu bau badan yang tidak sedap pada anak.
Untuk mencegah bau badan yang tidak sedap ini, anak laki-laki dapat menggunakan deodoran. Nantinya, deodoran bekerja untuk menutupi atau menetralkan bau ketiak yang tidak diinginkan.

9. Tumbuh bulu di ketiak dan kemaluan
Tanda lain dari masa pubertas adalah tumbuh bulu di ketiak dan kemaluan. Pada laki-laki, tumbuhnya rambut kemaluan di pangkal penis adalah salah satu ciri masa pubertas bagi anak-anak laki. Nantinya, bulu juga bisa tumbuh hingga ke bawah pusar.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(@aher/kumparan.com)